Efek Akupunktur terhadap Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi (DE) merupakan ketidakmampuan penis untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang dibutuhkan untuk penetrasi, yang merupakan masalah kesehatan utama yang sering terjadi. Survei epidemioligi pada 20 tahun terakhir menyatakan bahwa sekitar 30-40% laki-laki usia diatas 40 tahun mengalaminya.

Mekanisme terjadinya DE melibatkan interaksi antara sistem saraf, hormon endokrin dan pembuluh darah penis. Pada dasarnya mekanisme ereksi terjadi melalui proses neurologis dan hemodinamik yang dikontrol oleh faktor psikis, sehingga penyebab disfungsi ereksi dibagi menjadi faktor psikologis, faktor organik, atau campuran. faktor organik dapat disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah (vaskulogenik), persarafan (neurogenik), hormon (endokrinologik), cedera penis atau penyakit, obat-obatan, atau berkaitan dengan penyakit sistemik lain.

DE dapat berkaitan dengan faktor-faktor yang reversibel, antara lain gaya hidup atau obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dimana DE akan dapat sembuh bila dilakukan perubahan gaya hidup ataupun menghentikan penggunaan obat. Penemuan obat memberikan kemajuan dalam penanganan DE. Obat-obatan hanya mengobati gejalanya, tidak menyembuhkan penyebab DE. Obat-obatan ini juga tidak membantu gairah seks. Meskipun rerata keberhasilan terapi obat bervariasi antara 48-81%, namun perlu diperhatikan kontraindikasi dan efek samping dari obat tersebut, sehingga tidak dapat digunakan dalam jangka panjang.

Akupunktur merupakan salah satu modalitas terapi pendukung yang telah terbukti dapat memperbaiki kualitas ereksi dan aktivitas seksual melalui keseimbangan aktivitas saraf simpatis -parasimpatis dan neurotransmiter. Penusukan jarum pada titik akupunktur akan menstimulasi tonus saraf parasimpatis dan menekan tonus saraf simpatis . Parasimpatis dominan akan memproduksi asetilkolin , dimana ikatan asetilkolin pada sel endotel akan menginduksi terbentuknya Nitrit Oxide lokal dan di endotel, yang kemudian berdifusi ke dalam otot polos pembuluh darah lalu merubah aliran darah dan sirkulasi lokal, dimana terjadi relaksasi otot polos pembuluh darah selama fase pengisian laten dan proses ereksi dapat tercapai. Rerata keberhasilan terapi akupunktur bervariasi dari 54%-90%, dengan atau tanpa disertai obat.

 

 

Welcome
image

dr. Johannes K. Danuwinata M. Kes

visitor

Histats.com © 2

Copyright 2019 Dokter Akupunktur All Rights Reserved